Wednesday, September 3, 2008

day#3


hmm sudah hari ketiga lagi di bulan Ramadhan ini,,
semalam sejarah baru tercetak lagi dalam hidup saya, saya melakukan shalat tarawih dengan 25 rakaat!! biasanya kan yang 11 rakaat, kemudian Ramadhan kali ini pertama kali juga saya melaksanakan shalat tarawih di luar kota Bandung =P

shalat tarawih 22 rakaat dengan 2 rakaat-2 rakaat plus 3 rakaat witir dengan 2 salam (2 rakaat dulu ditambah lagi 1 rakaat),, namun yang menarik, meski jumlah rakaatnya lebih banyak, namun waktunya jadi lebih cepat..karena tanpa ada ceramah, dan setiap rakaat kedua surat yang dibaca adalah surat Al-Ikhlas =)







Monday, September 1, 2008

Ramadhan Datang Lagi

Seingat saya, baru semalam atau baru tahun ini Majelis Ulama Indonesia agak terlambat menetapkan keputusan tentang kapankah 1 ramadahan itu tiba. Menjelang Shalat Isya keputusan itu pun belum keluar, kata berita di TV itu karena ternyata terdapat kesulitan untuk bisa melihat hilal dari 5 tempat peneropongan yang ada di Indonesia sejak sore hari hingga malam tasi, semuanya terganggu dengan kondisi cuaca yang berawan sehingga menghalangi pengamatan hilal yang dilakukan oleh para pengamat, sehingga MUI pun baru kali ini lambat.

Akhirnya saya pun berangkat Shalat Tarawih ke Mesjid semalam, dengan mendasarkan pendapat kepada Dewan Tarjih Muhammadiyah yang telah menetapkan lebih dahulu bahwa 1 ramadhan jatuh pada hari ini, 1 September 2008 dengan metode hisab. Namun saya sempet tersenyum sedikit di mesjid yang saya shalat didalamnya karena ternyata juga sudah menetapakan bahwa malam tadi malam pertama pelaksanaan shaat tarawih sekaligus menandakan tibanya 1 ramadhan 1429 H padahal sepengetahuan saya suka agak berbeda dengan Muhammadiyah (mesjid di lingkungan rumah saya condong ke Persis) tapi baguslah..=)

dan tambah kaget lagi..semalam itu telah terpecahkan satu rekor baru di Mesjid itu (mesjid Adzikro) karena jumlah jamaah shalat tarawih yang hadir meleber tumpah ruah sampai keluar mesjid..sehingga mamah saya aja sampai kedinginan sepulang dari mesjid.."wuh tadi tiris pisan diluar,tambah barudak rarecok wae.." begitu katanya. dan satu lagi..yang meleber tumpah ruah hingga kehalaman mesjid itu ibu-ibunya aja sama remaji-remaji pemudi (remaja putri)..mestinya kan bapak-bapak sama pemuda-pemuda yang lebih banyak..secara mereka yang lebih dianjurkan ke mesjid, tapi itulah yang terjadi semalam,,mala pertama bulan ramadhan ini yang menyimpan satu kesan baru dalam hidup saya..





Monday, June 30, 2008

SEGITIGA SAKTI


Segitiga Sakti (istilahku) adalah sebuah metode paling sederhana, sebuah alat analisa yang simple namun sangat bermakna. Apakah itu Segitiga Sakti??

Segitiga Sakti merupakan kesatuan dari 3 hal pokok : Informasi – Perintah – Larangan, ketiga hal ini menjadi alat petunjuk dalam memahami sebuah pernyataan atau ayat dari Al-Quran, karena setiap ayat dari Al-Quran mengandung ke-3 unsur tersebut, ayat yang dimaksud disini adalah ayat yang secara tekstual jelas pernyataannya (muhkamat)

Contoh :
Laa iqroha fiddiin,,
Tidak ada Paksaan Dalam Beragama

Informasi :
Tidak ada Paksaan Dalam Beragama, Agama bukan sebuah paksaan, lahir dengan kesadaran dan keyakinan sendiri

Perintah :
Menyebarkan Agama dengan cara – cara yang baik penuh hikmah yang melahirkan kesadaran untuk beragama

Larangan :
Jangan Memaksakan Agama Kepada Orang Lain

Tuesday, May 6, 2008


HIDUPLAH SEDERHANA



Di antara sesuatu yang menyempurnakan apa yang telah kita sebutkan di atas adalah apa yang ditekankan oleh Islam berupa mengatur pengeIuaran harta dan mendorong untuk sederhana dalam berinfaq. Inilah sifat yang dimiliki oleh 'lbadurrahman, Allah berfirman: "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (Al Furqan: 64)Tersirat juga dalam wasiat Luqman Al Hakim kepada puteranya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al Isra': 29.Sikap sederhana itu semakin ditekankan ketika pemasukan seseorang itu sangat minim, misalnya pada masa-masa paceklik dan kelaparan, sebagaimana yang pernah terjadi pada zaman Nabi Yusuf AS.


Dengan cara menekan atau mengurangi pengeluaran pada tujuh tahun musim subur sehingga bisa disimpan dan dimanfaatkan ketika musim kering. Allah berfirman:"Maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya (tangkainnya) kecuali sedikit untuk kamu makan." (Yusuf: 47)Kemudian memperkecil pengeluaran sekali lagi pada tujuh tahun kekeringan dengan keputusan darurat dan pendistribusian simpanan pada tahun-tahun krisis secara merata."Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan." (Yusuf: 48)


Ungkapan "Apa yang kamu simpan untuk menghadapinya" itu membuktikan bahwa apa yang dikeluarkan itu sesuai dengan perhitungan dan perencanaan. Ini menunjukkan kesederhanaan.

WORLD CRISIS??!!
Keputusan pemerintah yang sebentar lagi akan menaikkan harga BBM di Indonesia tentu akan meresahkan masyarakat, betapa tidak, begitu berat beban yang akan dipikul oleh masyarakat atas kenaikkan harga tersebut. Dan jika kita perhatikan sekarang-sekarang ini banyak sekali masalah-masalah besar yang kita hadapi, tidak hanya dalam lingkup masyarakat di dalam negeri namun menjadi maslah bagi setiap bangsa di dunia, seputar masalah krisis pangan, krisis energi,krisis lingkungan, sampai krisis kemanan yang tentunya hal ini akan menjadi krisis peradaban dunia. Karena begitu kuatnya pengaruh yang akan ditimbulkan dari permasalah-permasalahan tersebut.

Hal ini jika kita sebagai masyarakat dunia tidak memiliki solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut…bisa menjadi petaka buruk bagi dunia, dunia akan terancam, peradaban yang sudah terbangun pun akan terancam eksistensinya. Sebagai contoh,,ketika krisis pangan memuncak, ini akan memicu kompetisi dalam hal mendapatkan sumber pangan, ketika ini terus terjadi sedangkan sumberdaya pangan semakin langka,,tentu akan memicu konflik yang tidak mustahil akan menimbulkan perang…tak bisa dipungkiri bahwa hanya karena urusan minyak,,Amerika dengan mudah menyerang irak dengan segala dalih yang lain seperti politik, keamanan, terorisme,,yang terbukti tidak ada, yang nyata adalah pengambilalihan kilang-kilang minyak oleh perusahaan-perusahaan asal amerika yang menjadi raja baru disana untuk menopang kebutuhan minyak AS yang begitu besar yang tidak sanggup dipenuhi tanpa ada paksaan semacam itu..

Nah bagaimana dengan Indonesia sendiri?? Sejenak kalau kita renungkan peristiwa-peristiwa yang tentu tidak hilang dari ingatan kita seperti seorang ibu dan beberapa anaknya mati kelaparan di Sulawesi selatan,,seorang ibu yang tega membunuh anaknya sendiri karena tidak dapat menjamin ekonominya, atau jangan jauh-jauh kita lihat saja potret ibu kota sendiri yang masih dijejali oleh orang-orang miskin yang tanpa lelah mengadu nasibnya di Jakarta dengan hanya berbekal tekad, tidur dimanapun jadi..sehingga rumah-rumah kumuh semakin meraja lela di pinggir sungai, di kolong jembatan, di terminal atau stasiun,,bahkan di pinggir jalan langsung..

Apakah yang terjadi dengan mereka ketika tuntutan hidup semakin menghimpit,,jika kita hanya berpikir masalah tentu tidak akan ada habisnya, namun satu hal saja kesemua itu pun jangan sampai kita lewatkan saja tanpa ada kepedulian sedikitpun dari kita, semua itu ada dan nyata..